Selasa, 06 November 2012

Pembiasaan Pendidikan Karakter Bangsa di Kelas Saya



Pembiasaan Pendidikan Karakter Bangsa di Kelas Saya
http://detroitnumb.blogspot.com/2012/04/pembiasaan-pendidikan-karakter-bangsa.html
Mulai tahun pelajaran baru 2011-2012, dunia pendidikan di Indonesia dikenalkan dengan hal baru dalam ranah-ranah pembelajaran, tidak mengubah kurikulum yang sudah ada, namun disisipi dengan beberapa nilai-nilai luhur, yang diharapkan bisa menjadi pembiasaan bagi anak didik untuk bersikap dan bertindak. Inilah yang disebut dengan Pendidikan Karakter Bangsa. Berdasarkan apa yang pernah saya baca, Pendidikan Karakter Bangsa adalah pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota keluarga, masyarakat, dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif, kreatif dan inovatif.

Secara terprogram pendidikan karakter bangsa di sekolah merupakan usaha bersama semua guru dan kepala sekolah melalui semua mata pelajaran dan budaya sekolah dalam membina dan mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada peserta didik. Pembinaan dan pengembangan pendidikan karakter bangsa terjadi melalui proses aktif peserta didik di bawah bimbingan guru dalam kegiatan belajar. Jadi di sini, guru dituntut untuk bisa menjadi "sebenarnya" teladan bagi peserta didik

Sedangkan secara teknis pendidikan karakter bangsa diartikan sebagai proses internalisasi serta penghayatan nilai-nilai budaya, karakter bangsa dan nilai-nilai luhur akhlak mulia yang dilakukan oleh peserta didik secara aktif di bawah bimbingan dan contoh perilaku guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah, serta diwujudkan dalam interaksi sosial di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Memang, di sini dibutuhkan pembiasaan-pembiasaan yang bisa mengcreated  karakter anak. Pembiasaan-pembiasaan yang terintegrasi dalam pembelajaran, tentu saja berkaitan dengan materi pelajaran dan disertakan dalam pembuatan silabus dan RPP. Adapula pembiasaan-pembiasaan di luar jam pelajaran yang tak ada hubungannya dengan materi pelajaran. Berdasarkan yang saya dapatkan saat dikirim dinas untuk mengikuti Workshop Pengembangan Kurikulum di Batu, Malang awal tahun ajaran baru lalu, ada 18 karakter pendidikan yang dikembangkan, yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung-jawab.

Penerapannya tak terlalu sulit sebenarnya, namun dibutuhkan kontinyuitas/ keistiqomahan dari pendidik (guru) untuk secara sadar melakukan pembenahan, teladan, juga tak bosan-bosan mengingatkan serta memotivasi peserta didik. Kalau yang terintegrasi di kelas, okelah semua guru pasti sudah tahu dan bisa asalkan mau. Namun tentu saja tak cukup dengan materi penjabaran di kelas. Banyak sarana-sarana pembiasaan yang bisa diterapkan di luar kelas. Berikut beberapa hal yang saya lakukan di kelas saya, juga di kelas rekan-rekan saya satu SD, juga yang telah menjadi kesepakatan yaitu:

1.   Pembiasaan dan pemberian tugas piket, saya biasa cerewet ketika saat datang pagi di kelas, ternyata kelas dan halaman masih kotor. Saya tak mau mulai mengajar sebelum petugas piket dan seksi kebersihan tuntas melakukan tugasnya. Eitsss . . . di sini bu gurunya jangan hanya ngomel, but action too. Ikutlah memegang sapu, membereskan ini-itu . . . menjadi teladan karena aksinya, bukan ngomelnya.
2.Pemberian tanggung jawab memegang kas kelas, tentu saja ini diterapkan di kelas tinggi (untuk SD yaitu kelas 4, 5, 6). Memfungsikan bendahara kelas untuk memegang uang kas kelas dan beberapa pembayaran yang jumlah uangnya tak terlalu besar. Seperti di kelas saya tiap hari Senin ada iuran Rp 500,- untuk kas kelas. Mereka mengumpulkan sendiri, menghitung, dan melakukan pencatatan masuk-keluar uang. Di sini guru hanya mengontrol, membenahi, dan memberikan saran.
3.Pemberian tugas bertanggungjawab terhadap barang inventaris kelas, tentunya ada beberapa barang di kelas yang membutuhkan perawatan. Libatkan siswa untuk ikut memilikinya dengan ikut merawatnya. Di kelas saya disediakan galon air minum untuk minum siswa yang dipasang di guci keramik. Para siswa secara bergantian bertanggung-jawab untuk mencuci gelas minum, dicuci di rumah masing-masing untuk dibawa kembali keesokan harinya. Begitu pula dengan taplak meja, serbet, bendera. bergantian sesuai absen.
4.Pembiasaan berdoa bersama, berdoa bersama setelah SKJ juga berdoa di kelas masing-masing.
5.Pembiasaan disiplin masuk kelas, berbaris rapi sebelum masuk kelas. Semakin susah rapi, semakin lama berdiri di depan kelas.
6.Pembiasaan dengan kebersihan diri, yang paling sering saya lakukan adalah memeriksa kuku tangan, bagi yang berkuku panjang stop dulu di luar, sembari menyelesaikan acara memotong kukunya.
7.   Mengucapkan salam saat masuk kelas
8.Sholat Dhuha bersama, juga sholat Dzuhur berjamaah.

Ini hanya sebagian kecil saja, tentunya masing-masing pendidik mempunyai cara sendiri untuk memberikan kebiasaan pada peserta didik. Tergantung kekreatifan guru dan kemauan guru. Jadi 18 karakter bangsa yang ditetapkan janganlah hanya menjadi wacana atau hanya tertulis di RPP-silabus saja, dengan maksud agar Pengawas Sekolah ACC dengan pekerjaan kita. Namun benar-benar dijadikan motivasi lain bagi pendidik untuk menyelamatkan karakter anak bangsa, sembari memberikan sejuta teladan, nasehat, penanaman akhlaq mulia. Bismillah, selamat bekerja!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar